Antara Gunung Merapi dan Covid-19

Status tanggap darurat bencana Gunungapi Merapi diperpanjang sampai dengan 28 Februari 2021, hal ini berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 8/Kep.KDH/A/2021.

Kapanewon Pakem merupakan salah satu wilayah yang mungkin terdampak adanya aktivitas Gunung Merapi. Wilayah paling dekat dengan Gunung Merapi berada di Padukuhan Turgo Kalurahan Purwobinangun.  Pada tanggal 27 Januari 2021 warga terdekat yang berjumlah 145  jiwa sempat mengungsi di Balai Kalurahan Purwobinangun sampai dengan tanggal 9 Februari 2021.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 dan Siaga Merapi. Pandemi Covid-19 mengharuskan untuk jaga jarak sedangkan erupsi merapi bisa jadi tidak bisa jaga jarak saat harus mengungsi,”, kata Panewu Pakem pada sambutannya.

Warga lereng merapi yang mengungsi/mengamankan diri disiapkan 6 armada Truk dan 4 unit armada kecil lainnya dengan pengawalan dari Kepolisian dan  Kapanewon Pakem. Dari jumlah warga 145 orang dengan armada tersebut tentunya tidak bisa menjaga jarak sebagaimana anjuran protokol kesehatan Covid-19.

“Pada saat warga lereng merapi harus menjauh dari ancaman bahaya merapi, kondisi darurat seperti ini yang dipentingkan semua bisa diungsikan  pada tempat yang aman, dan tidak menjaga jarak”, lanjut Suyanto pada pertemuan KIM di Pakembinangun tanggal 13 Februari 2021 kemarin.

Penyemprotan barak pengungsian dilakukan secara berkala untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Disamping penyemprotan juga disediakan Posko Kesehatan yang disediakan oleh Puskesmas Pakem.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*